Rabu, 31 Desember 2008

Ilution

kulihat engkau, berkali-kali.. tak jauh memang, hanya sebuat sekat kaca yang membatasi.. aku diam, mungkin karena masih sangat terpesoana, dengan engkau yang dulu begitu kuinginkan untuk mengisi kekosonganku.. malam itu tak sungguh ada gerak, walau sangat jelas jika diruang itu ada engkau yang sedang berdiri, mencari, ya.., mencari sesuatu diantara rak kaca yang ada didepanmu..

kulihat jelas apa yang engkau kenakan, kerudung hitam panjang dengan baju putih yang panjang pula, ya, masih sama seperti saat terakhir melihatmu.. sesekali kulihat engkau tersenyum, sebuah senyum yang begitu biasa namun selalu saja kurindu.. ya, karena kerinduan itu tanpa sadar kalau aku menjadi orang yang kelewat rajin.. demi aku yang begitu ingin melihatmu, mendengarmu, yang kadang tak lupa berteriak setiap magrib itu datang..

"sholat2"

hahaha, aneh, kalau aku masih mengingatnya..
atau sebuah percakapan yang masih kuingat dan kadang membuatku tertawa..
"deni sholat sana!!!!"
"entar" jawabku..
"cepetan!!!"
"iya, bentar!!, jawabku lagi
"kamu tuh calon imam, cepetan gih!!!"
hahahaha... aneh...

dan, akhirnya akupun meninggalkan tempat itu.. karena aku telah selesai mengambil uang yang ada di atmku, ya karena hari itu aku akan mengadakan acara makan2 bareng temen kostku.. melihatmu malam itu, rasanya begitu menyedihkan, hanya mampu melihat dan sangat tak bergerak.. kadang mulai bertanya..." apakah yang kurasa ini cinta??"
sesekali kujawab "iya"
namun terkadang kujawab "tidak", karena yang kutahu cinta itu tak hanya diam

(31 Okt 2008, depan Apotek UII)

June

Selasa, 20 juni 2006

Dilantai itu, tak kujumpai kursi ataupun meja..

Sepi, dan memang terlalu sepi..

Namun bukan itu yang ingin kuceritakan..

Ini tentang dia yang kulihat kala itu..

------------------------------------

Tak seperti jilbab biasanya, itulah yang kulihat dihari itu..

Hanya sebuah kaos berlengan panjang berwarna abu-abu..

Dimana disalah satu sisinya kulihat angka 32..

Dengan sebuah kerudung panjang berwarna biru gelap..

Itulah ia, duduk selantai denganku, di ruang itu..

Hanya berdua, walau bukan arti sebenarnya..

Karena diruang lain diantara sekat itu, kudengar langkah-langkah asing..

Terlalu biasa, hanya bahasa yang biasa..

Entah karena sangat terpesona..

Atau memang lidahku beku seperti biasanya..

Dekat, sangat dekat..

Dua langkah kaki itulah jaraknya..

Di dua langkah itulah, mimpiku dulu tertuang..

Bukan dalam kata yang mungkin terdengar..

Hanya dalam dongeng dan sebuah tulisan..

Di dua langkah itulah, kuingin menyapanya dengan lebih baik..

Namun sayang, saat itu telah sangat berbeda..

Walau mungkin diruang yang sama..

Namun tulisan didinding itu, membuatku merasa berbeda dengannya

Lost

Jika Semuanya Memang Terlambat

Apakah aku sadar jika memang telah terlambat.?

Ini bukan lagi tentang sesuatu yang bisa kuulang waktunya..

Ini tentang sebuah kesempatan yang mungkin datang hanya sekali

Ini tentang waktu yang selalu berjalan, sekalipun kita berhenti.

Dan ini, tentang ini-ini lainnya..

Jika pun demikian, jika memang apa yang kulihat takan bisa lagi kulihat

“Telah menjadi kenangan”, biasanya disebut seperti itu.. hahhh

--------------------------------------------------------------------

Lihat, kucoba melihatnya sekali lagi..

kucoba melewati satu jalan itu, yang sekarang telah sepi.

Tak ada jejak tawa atau pun kata, ini telah berbeda..

Dia tak lagi ada disana., Dia tak lagi duduk dikursi itu..

Dan dia tak lagi membuat teh hangat dengan gelas itu..

Bukankah itu sudah dan sangat nyata sekarang, diriku..?

Jika pun ada yang ingin kukatakan kepadamu..

“Berhentilah menangis dalam penyesalanmu itu, kau terlalu cengeng”.

Tidakkah engkau tahu jika musim tak pernah berhenti berganti..

Ia takan mengasihimu hanya karena itu..

“Berlarilah”, sebelum ia sampai dipersimpangan..

Karena setelah itu, habislah sudah mimpimu..

Selasa, 30 Desember 2008

nyanyian

jika semua hal adalah yang mudah untuk dilakukan, aku ingin selalu mengingatmu, aku ingin selamanya ada didekatmu, untuk engkau sayangi dan untuk engkau sirami dengan lautan kerinduanmu akan ku.. namun semuanya sangat sebentar, seperti senja yang mulai pekat, dan aku harus melihatmu pergi.. tanpa kata, karena engkau hanya diam, hingga kadang ku bertanya "masihkah cinta itu ada untuk engkau tunggu, seperti penantianmu akan makanan yang tak pernah kuhabiskan itu??"

sore, pada suatu ketika yang mulai menguning.. angin itu mulai terasa dingin, lembut dan makin terasa menyedihkan.. kukira menjadi sebentar tak sungguh terasa sakit, namun rindu itu, cinta itu, semakin dalam merobek dan aku pun mulai 'basah'.. Aku diam, aku mulai sering menangis, dan akupun mulai ragu akan semuanya.. sayangnya tak bisa kutemukan bahumu lagi untuk sandarkan kesedihanku.. dan suaramu pun mulai asing.. ah mungkin aku masih bermimpi, dan mungkin aku masih ada dalam lingkaran ilusi saat berharap engkau akan datang sekali lagi untuk berucap.." adakah hatimu masih bisa kuketuk, karena warnamu makin banyak dalam kerinduanku.?"

andai saja aku masih bisa menemukanmu pada sebuat nyanyian, walau hanya pada bait kecil yang kadang terlewatkan,,..
aku masih menyayangimu, dengan semua ruang yang ada, aku ingin tetap percaya jika kelabu mendung malam tak sekalipun menghilangkan bintang.. aku ingin mendengar ucapmu sekali saja, dimana dengan itu aku bisa berkata.. "cinta itu masih ada"

bunga

hallo
adakah jiwa disana yang bisa kurindu
walau tak terhadir dalam nyanyian yang merdu.
karena kupercaya, cinta itu kamu

karena dalam deras hujan pun
wangimu masih bisa kucim
walau samar
walau meragukan
namun itulah engkau,
yang tlah tumbuh dihatiku

maaf jika cinta itu
lancang kutanam
tanpa seijinmu

suara

Suara...
nyaringnya masih kudengar jelas..
dalam keletihan..
ataupun dalam keraguan..
lantang ataupun lirih..
karena tak ada lagi..
gemuruh yang mengganggu..
seperti hujan sore, kala itu

kupandangi engkau..
biru warna jilbabmu..
dibelakangmu kuselalu berdiri..
bukan ingin memeluk punggungmu..
bukan pula menghitung jarak jauhnya langkahmu..
namun layakkah aku untuk engkau lihat..
karena aku terlalu pekat..

dan sampai akhir
lidahku selalu saja beku..
untuk berucap..
"adakah satu kebaikan,
yang bisa membuatku mengatakan cinta
ditelinga dan hatimu?"

Senin, 29 Desember 2008

Langit

ketika kesepian itu memelukku
ketika hanya suara hujan yang kudengar saat itu..
ku menemukanmu pada sebuah nyanyian..
dalam sebuat bait kecil yang menyenangkan..
dimana kerinduan itu mulai kurasakan
dan membuatku berucap..
"Cinta itu masih ada"

karena padamulah kutemukan bahasa langit,
tentang keindahan,
dan semua hal yang membuatku berani berharap...
dan waktuku pun kurelekan..
untuk menjaga jiwa dan hatimu,
jika engkau mengijinkanya